Jum`at 10-Sep-2010
Search 
 
PT. AHAD-NET Internasional
selamat datang di website ahadnet.com, komunitas online peduli produk halal dan thayyib. produk islami kualitas sangat baik, aman untuk dikonsumsi
Menu Utama
Berita
Artikel
Produk
Pendaftaran Online
Iklan
Polling
Tanggapan Anda mengenai UU Pornografi?

Sangat Setuju
Setuju
Biasa Saja
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju

   


Customer Care
LAMN Ahad-Net

021-5872247/48

Kami siap melayani Anda

Mitraniaga Berperingkat
A027166343
HJ. ST. ASTINA, BA
SLS-01
ABK
MAKASSAR
SULAWESI SELATAN

A027176587
HJ. NURSIANA
SLS-01
ABK
MAKASSAR
SULAWESI SELATAN

A027192367
HAMDANI/NURONA
ATRIUM
ABK
SINGKAWANG
KALIMANTAN BARAT

A027192627
SURYADI
ATRIUM
ABK
SINGKAWANG
KALIMANTAN BARAT

A027214447
SABIRIN/HENDAH MURIYANI S
ATRIUM
ABK
SINGKAWANG
KALIMANTAN BARAT

A027192774
ARIF RAHMAN S/TRULI PRIHATINI
ATRIUM
ABK
SINGKAWANG
KALIMANTAN BARAT


Periode-166


 

Versi CetakVersi Cetak
Miskin dan Kaya

Posted By A Ilyas Ismail, MA

Masalah si miskin dan si kaya pernah menjadi perdebatan sengit di kalangan para sufi. Siapa yang lebih baik di antara keduanya? Si miskin yang sabar atau si kaya yang pandai bersyukur dan murah hati? Sebagian sufi, seperti Harits al-Muhasibi dan Imam al-Ghazali, memberikan keutamaan (afdhaliyah) kepada si miskin. Sedang sufi lain memberikan keutamaan justru kepada si kaya dengan merujuk kepada sehabat-sahabat Nabi saw, yang hartawan, tapi dermawan, semacam Utsman Ibn 'Affan dan Abdul Rahman Ibn 'Auf. Sementara Ibn Taimiyah, pembaharu pramodern yang sangat kritis terhadap tasawuf, mengemukakan pemikiran baru dalam masalah ini. Dalam buku bertajuk Al-Shufiyah wal-Fuqara, Ibn Taimiyah memberikan keutamaan bukan kepada si kaya atau si miskin, melainkan kepada orang yang lebih bertakwa di antara keduanya. (Kitab Al-Shufiyah wal-Fuqara', Hlh. 25-26).

Menurut Ibn Taimiyah, bila kebaikan si miskin lebih banyak, maka ia lebih utama. Sebaliknya, bila kebaikan si kaya lebih banyak, maka si kaya lebih baik. Jika kebaikan mereka sama, maka kemuliaan mereka sederajat dan setingkat. Hanya, dalam kasus ini, tutur Ibn Taimiyah, si miskin lebih dahulu melangkah ke sorga daripada si kaya. Karena langkah si kaya tertahan sejenak di depan pintu sorga lantaran harus menyelesaikan perhitungan (hisab) mengenai harta dan kekayaan yang dimiliki.

Miskin dan kaya, seperti dikemukakan Ibn Taimiyah di atas, tidak menjadi dasar keutamaan seorang. Dasar mengenai itu, tetap iman dan takwa. Di sini, miskin dan kaya hanya dapat diidentifikasi sebagai alat uji semata. Sebagai alat uji, keduanya diyakini dapat memberi pengaruh terhadap perilaku manusia, baik maupun buruk. Pengaruh ini, tentu sangat bergantung kepada kesiapan mental penerima ujian. Untuk itu, ada manusia yang tidak siap dengan kemiskinan, sehingga kemiskinan, seperti kata Nabi saw, dapat mendekatkan manusia kepada kekufuran. (HR Baihaqi). Sebaliknya, banyak pula manusia yang tidak siap dengan kekayaan, sehingga kekayaan membuat dirinya menjadi pelit dan sombong. Inilah makna firman Allah, ''Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.'' (Al-'Alaq: 6-7).

Sebagai alat uji, kefakiran dan kekayaan itu tidak kekal, tapi bersifat dinamis, artinya berubah dan berputar. Nabi Muhammad sendiri, pada mulanya tergolong miskin, tapi kemudian Allah swt membuat dirinya kaya (Al-Dhuha: 9). Maksud kaya di sini, menurut sebagian besar ahli tafsir, adalah kaya harta. Hal ini, karena perkataan 'dibuat kaya' (Aghna) dalam ayat ini disandingkan dengan perkataan miskin ('Aailan).

Namun, menurut Abdullah Yusuf Ali, kaya di situ lebih menunjuk pada kekayaan rohani dan spiritual. Dengan kekayaan ini, lanjut Yusuf Ali, Nabi saw bukan saja dapat mengatasi kebutuhan-kebutuhannya yang bersifat duniawi, tetapi juga mampu memusatkan semua perhatian dan seluruh waktunya untuk bekerja dan beribadah kepada Allah swt. Wallahu a'lam! - ahi


 

Sumber: Republika Online, 22/07/09

Sabtu, 08 Agustus 2009 11:58:24

[ Kembali ]

Daftar Komentar
Komentar masih kosong
Input Komentar
Nama:
Website:
Email:
Komentar:
Kode Verifikasi: